Surat Untuk PLN
Kepada Yth :
Bapak/Ibu PLN
Di Tempat
Assalamualaikum, wr.wb.
Dengan datangnya surat ini, saya selaku yang mewakili dari masyarakat asli Indonesia mengajukan komplane kepada bapak/ibu PLN. Dikarenakan pemadaman listrik didaerah kami, sejak dari sore tadi hingga sampai larut malam begini.
Bolehkah saya bercerita sedikit? Boleh ya ya ya..
Oke langsung aja pada permasalahan pokoknya. Jadi sewaktu pemadaman bergilir didaerah saya, saya rasa ada yang ganjil. Masa cuma dikampung saya yang dipadamkan hingga larut malam gini? 4 rumah disamping rumah saya tetap aja nyala, kenapa cuma sebagian aja yg dipadamkan? Bukankah sangat tak adil?
Asal bapak/ibu perlu tau, karna tak ada arus listrik dirumah, saya jadi gak bisa nge-chas HP, gak bisa tuiteran, gak bisa masak nasi, dan yg lebih parah saya gak bisa Mandi. Secara listrik mati, airpun tak bisa dihidupi. Terus saya jadi harus meliburkan mencatok rambut saya yg bagus ini, akibatnya seperti rambut singa. Apa bapak mau tanggung jawab?
Emosi saya semakin memuncak dikarenakan padamnya listrik, koneksi jaringan jadi ikut-ikutan ngadat. Pending! Ishh.. Jangankan buat internetan, untuk smsn atau bbmn aja gak bisa. Jaringan diHP cuma bertulisan tiga huruf yg cantik berwarna merah, "SOS"! Kalo sosis sih enak, ya ini!
Entah kenapa dan ada apakah hubungan antara listrik yang mati dengan jaringan yg kusut, saya tak tahu. Pokonya bapak/ibu PLN mesti mengganti rugi! Yg biasanya saya tak pernah absen disocial media, tapi berhubung koneksi gak memungkinkan saya jadi gak bisa "Tuiteran, Facebookan, Bbmn, wattsappan, dan yg lain-lain". Gimana gak kesel coba! Sampai-sampai seseorang diTuiter menanyai kabar saya, katanya begini "Ris lu kemana? dibawa tante-tante yak?". Hmm, sebenernya itu pertanyaan yg gak mesti ditanyakan, tapi berhubung mungkin dia heran karna saya gak nongol diTL, dibbm gak bisa, terpaksa mungkin. Dan akhirnya lengkaplah sudah.
Entahlah ada apa denganmu bapak/ibu PLN, apa mungkin kalian Galau? ya keleuuus. Tapi bisa jadi sih! bisa jadi.
Dzaman sekarang itu aneh, bukan cuma anak2, remaja, aja yg bisa galau, tapi sampai nenek-nenekpun bisa. Bisa..
Pokonya saya gak mau tau, saya kesal dengan pemadaman ini, merugikan saya dan juga masyarakat lainnya. Kan kasihan tukang lampu!
Demikianlah surat yang saya tulis ini, bisa dibilang seperti curahan hati. Semoga bapak/Ibu PLN dapat berkenan untuk membalasnya, setidaknya untuk membacanya. Atas perhatian dan kasih sayangnya saya ucapkan Terima kasih.
Wassalamu'alaikum, Wr.wb.
Hormat Saya
Penggemarmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar