Minggu, 11 Mei 2014

Buku Harian Darimu



                Waktu berjalan begitu singkat, sampai sampai mengenalmu begitu cepat. Iya, aku jatuh hati dihatimu tepat.
Mungkin hanya aku saja yg punya perasaan ini, kamu, tidak. Ternyata setelah aku membaca buku darimu yg bisa dibilang itu buku harian atau (Dayri) atau apalah itu aku tak bisa menyebutkannya dengan benar. Intinya buku harian.
Aku baru tahu jika kamu sangat berharap dariku, tak jauh juga dengannya. Ada banyak hal disitu yg telah kamu tulis, bahkan mungkin dengan bercucuran air mata. mungkin!
Dimulai dari kisah bahagiamu yg lagi-lagi dengannya, bukan denganku. Iyalah! jelas dia lebih dulu mengenalmu, dari pada aku.
Nyesek juga sih aku membacanya, tapi tak apalah, setidaknya dia pernah membuat kamu bahagia.
Karna penasaran aku terus memaksakan diri untuk terus membacanya, biarpun itu perlahan mengiris iris kecil hati. Tak apalah! Lagian juga siapa aku? siapa dia? dan siapa kamu?
Bagiku sudah selayaknya seseorang menuliskan hal-hal bahagianya dengan siapapun itu, cuma aku saja yg tak tahu diri.
Lembar demi lembar aku menelusuri tulisanmu itu dengan seksama, dengan hati terluka, dengan rasa iba, begitupun dengan rasa bahagia.
Tunggu dulu. Bahagia? dari apanya?
Yang jelas bukan karna bisa merasakan betapa sakitnya hati kamu, melainkan namaku ikut serta didalam tulisan itu. Walaupun tak sebanyak tulisanmu untuknya, setidaknya kamu tak lupa menulisku. :')
Berawal dari rasa cemburu butamu. Cemburu yg menurutku tak akan ada pada dirimu, secara aku bukan siapa-siapa kamu, kan?
Tapi disitu jelas tertuliskan jika kamu cemburu terhadapku, terhadap mereka yg menggodaku, atau bahkan aku yg genit terhadap mereka. Namun yg buat aku heran kenapa kamu tak mau jujur terhadapku? apa mentang-mentang kamu perempuan jadi malu untuk mengungkapkan? Bukankan apapun yg dipendam itu menyakitkan? ahh.. aku sama sekali tak mengerti apa yg ada difikiranmu.
Berlanjut ke lembar selanjutnya aku merasa senang teramat senang, karna kamu memuji mujiku, kamu merasa nyaman denganku, dan kamu menuliskan seolah berdo'a jika aku tak akan pergi meninggalkan kamu, dan seolah kamu sangat membutuhkanku. Siapa yg enggak seneng coba kalo kita dibutuhkan orang lain? yg enggak seneng itu bagi orang yg munafik.
Bagiku bisa buat kamu tersenyum aja udah seneng, apalagi jika kamu butuhkan? hmm... :)
Namun sayang, tetep aja aku tak bisa memilikimu. Sekalipun kamu merasa nyaman denganku, kamu merasa senang dihiburku. Jelas dihatimu, tetap saja dia orang yg pertama yg paling kamu butuhkan. Walaupun dia sering nyakitin, walaupun dia enggak pernah ngabari, ataupun dia udah selingkuhin, tetep aja kamu pertahanin.
Cinta terkadang memang tak adil. Yang hanya bermain-main tetep dipertahanin, dan yg tulus menyayangi cuma jadi bayangan.
Ada yg lucu sewaktu aku melihat lembaran selanjutnya, itu karna disitu gak cuma kamu aja yg nulis dibuku itu, tapi juga orang lain (Temen). Kenapa harus ada orang lain coba yg menuliskan cerita dia kedalam bukumu itu, bukankah buku harian itu bersifat tertutup atau privasi? ahh, lagi-lagi aku gak tahu apa jalan fikiranmu.
Dan selayaknya buku harian pasti disitu tertulis kisah bahagia, sedih, lucu, semua tertuang disitu, dan kalo dituliskan dari awal kita lahir pasti gak akan cukup jika hanya sebuah buku harian.
Ada banyak hal yg telah kamu tuliskan, dan itu cukup buat ku mengerti tentang apa yg kamu rasain. Bahkan aku menyadari jika kamu itu sosok gadis yg tegar, kuat, tangguh dalam menghadapi dunia yg keras ini.
Karna tulisanmu aku juga mengerti jika hidup itu tak hanya diam duduk melihat dari jendela, melainkan aku juga harus keluar rumah untuk mengetahui hal-hal apa aja yg ada didunia ini.
Tak ada banyak hal yg bisa aku jelaskan, karna buku harianmu itu udah cukup buat aku sangat mengerti, bahwa melihat kamu bahagia itu lebih utama dari pada aku harus memilikimu. Cintamu itu untuknya, namun aku juga berarti untuk menuntunmu bahagia bersamanya.
Aku kesal jika harus berbuat seperti ini, tapi tak apalah, jelas prinsipku "Mencintai itu gak harus memiliki". Biar ku do'akan kamu dari kejauhan, semoga Tuhan menjagamu selalu, dari tangisan, dari hati yg terluka, dan dari hal-hal yg berniat menyakitimu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar