Hal yang selalu ku ucap untuk memancing semangat nafsu makanmu. Aku tahu jika kamu tak sedang diet kan? hanya saja rasa malasmu yang selalu menakhlukan dirimu.
"Lekaslah kamu makan, sayang. Tubuhmu sudah kurus, jangan biarkan kamu menambah siksanya dengan diet seperti itu!"
"Ahh, tidakkah kau lihat berat badanku? atau lamanya jeda temu buat kau lupa akan bentuk tubuhku?"
"Aku serius!! Bagaimana mungkin berat badanmu bertambah, sedang untuk sesuap nasi saja kau tak asupkan?"
"hmm, tengoklah aku sekarang! kan ku buat kau mabuk kepayang saat melihat seksinya diriku saat ini."
"hmm....."
Itulah kamu, kamu yang tak pernah kehabisan kata-kata saat berdebat denganku. Lihat saja, saat bertemu kan ku hancurkan sikap batu mu itu.
Aku tahu betul kamu, disaat seperti ini kamu lagi tak ingin menyantap apa-apa, apalagi yang bersangkutan dengan "nasi". Untungnya soal merayu aku jauh lebih mahir darimu, jadi aku tak perlu repot-repot meminta maav padamu saat bertemu nanti. Agar saat temu nanti tak ada emosi, aku lebih memilih membawakanmu es cream dan cemilan. Sebab bagiku ketika sedang emosi, sangat pas diredakan dengan memakan es cream.
Entahlah, entah karna apa aku melaju sepedah motorku agak lebih cepat. Rindu, mungkin itulah jawabannya yang memacuku untuk lekas bertemu.
Sampailahku dirumahmu dengan membawa 2buah es cream dan juga cemilan yang tadi sempat ku beli di supermarket dekat rumahmu.
"Hai nona, selamat malam."
"Malam juga, Tuan. Sepertinya kesibukan yg menjaraki temu, buat kau agak sedikit berbeda."
"Hah, apa itu? mungkin rindumu saja yang terlalu menggunung, sehingga kau melihatku seakan ada yang berbeda."
"Penampilanmu!!"
"Loh, ada apa dengan penampilanku memangnya?"
"Kau terlihat lebih kekar dan menawan, Tuan. Bisakah kau peluk aku sebentar? hanya untuk sekedar menghilangkan rasa rinduku ini."
"Aku mohon, Nona. Tak usah memujiku berlebihan seperti itu. Aku ini sudah jelek, masa harus ditambah jelek lagi ketika ingin bertemu denganmu? Jika begitu, bagaimana kau bisa nyaman saat memelukku. Lekas mendekat, aku tak sabar mencium bau badanmu."
Tak ku sangka waktu berjalan begitu cepat, sekedar ngobrol membagi cerita saat kita terbatasi jarak, hingga lupa jika tadi aku membawa sesuatu. Ahh... bagiku itu tak begitu penting, asalkan bisa mendengar suaramu, melihat senyummu, aku jadi tak membutuhkan hal-hal yang ribet lagi untuk membuatmu bahagia.
Tak terasa malampun semakin melarut, waktunya aku bergegas pulang, jelas aku tak ingin membuatmu sakit, hanya karna masih ingin menatap manja menghabisakan rindu bersamaku.
"Sesampai dirumah, langsung tidur! inget, jangan bergadang."
"hmm, iya sayang. Kamu tenang aja, dan sepertinya malam ini aku sangat pulas tidurnya, biarkan sisa rinduku terbalaskan olehmu dialam mimpi nanti.
"Oke, kalau begitu kamu hati-hati. Jangan mikirin aku terus, nanti lampu-lampu jalan seakan menyerupai wajahku yang terang."
Belum ada setengah jalan dari rumahmu, akupun teringat sesuatu. Sesuatu yang ada didalam kantong putih bertulisan "Indomart". Astaga!! aku lupa. Bahkan sama sekali tak ingat jika aku membeli sesuatu, saat menuju rumahmu tadi. Dengan cepat aku membuka isi kantong kresek, dan memastikan apa es creamnya sudah cair. Secara berjam-jam aku mendiami escream itu, jelas sudah mencair.
Bodoh memang, saking menikmatinya waktu berdua denganmu, sampai aku terlewatkan sesuatu. Ahh, sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, dan escreampun sudah menjadi air, tak mungkin bisa kembali seperti awal.
Beginilah aku, aku yang ceroboh, aku yang pelupa. Tapi entah kenapa meskipun aku pelupa, aku sangat ingat semua tentang kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar