Jumat, 11 April 2014

Mungkin kamu tak tahu 



       Kemarin, tepatnya pada tanggal 11April, dimana itu hari yg sangat special bagiku. Iya, tanggal kelahiranku, yg telah menjadi genap 20th.

Aku teramat bersyukur karna dihari itu Tuhan masih mengizinkan aku untuk bernafas, menikmati eloknya duniawi, masih bisa bersuka ria mengingat betapa kecilnya aku dulu. Dulu, sebelum perubahan jaman merubah total keadaanku begitupun dengan cerita hidupku.

Puji syukur teramat puji, tak lelahpun ku ucap kepada Sang Maha dari yang paling Maha ; Allah swt. Karna_Nya aku masih diberikan kesehatan, nikmat yg teramat banyak, serta dikelilingi sekumpulan orang-orang yg masih setia menemani.

Buat mamah dan ayahku : Terima kasih pula ku haturkan tak kalah hebatnya, karna tanpa bimbingan mereka aku tak mungkin bisa tumbuh setumbuh ini.

Buat para teman-temanku : Terima kasih juga buat kalian yg tak lupa dengan hari bahagiaku ini, tanpa kalian aku tak akan sehidup ini menjalani hidup tanpa pertemanan.

Dan buat kamu : Mungkin kamu hanya lupa tentang hal yg membuat aku terlahir didunia ini, hingga hari yg sangat special ini kaupun tak ingat. 

Bagiku tanpa adanya kalian semua aku tak mungkin sebahagia ini, walaupun ada yg kurang. Kebahagiaanku ini tertunda, sebab orang yg aku anggap begitu dekat denganku sepertinya lupa. Lupa jika kemarin adalah hari kelahiranku. Bagaimana aku bisa seutuhnya merasa bahagia? sedang hal seperti itu saja dia melupa. Padahal aku sangat mengharapkan kamu itu mengatakan sambil mendo'akanku dengan kalimat yg indah yg tak akan mampu ku lupa, tapi sepertinya untuk mengingat atau mengetahui itu saja kamu tak bisa.

Aku kecewa, terlebih kecewa disaat hari bahagia ini kaupun tak ada menyerta. Asal kamu tau kamulah satu-satunya orang yg sekarang masih perduli dengan hidupku, tak jua jiji kamu hatamkan rasa perhatianmu kepadaku.  Kamulah satu-satunya orang yg ku punya, setelah disaat ada orang lain yg masih memiliki ku dan aku lebih memilih untuk sendiri. Dulu memang dia yg selalu ingat dengan kelahiran ku, selalu perhatian denganku. Tapi itu dulu, dulu sebelum semua menjadi saling melupakan.

Jujur sih aku merasa sangat kehilangan sosok seperti dia, disaat seperti ini akupun membatin. Tapi aku yakin jika kelak akan ada sosok yg jauh lebih baik dari dia. Dan itu ; kamu. Kamu yg sudah aku pilih sebagai pilihan hati, walaupun hatimu jua sudah dimilikinya. Dan akupun semakin membatin. Kini harapanku telak sempurna jatuh pada hatimu, kamu yg menurutku belum jua bisa peka. Tapi aku bisa apa? menyentuhmupun aku tak bisa, gimana aku bisa memilikimu? Aku hanya mampu berdo'a kepada Tuhan "Jika benar dialah yg benar bisa membuat kesepian menjadi keramaian, eratkanlah aku semakin erat pada cinta yg ku bimbing ini. Padanya."

Dan aku percaya jika Tuhan tak tuli. Cepat atau lambat Tuhan pasti akan membukakan matamu, dan melihat betapa tulusnya aku mencintamu. 

"Love that goes with sincerity, can surely open the eyes did the heart."

Sepertinya aku mengharapmu terlalu jauh, hingga aku lupa dengan kebahagiaan kecil yg terlewat dan menjauh. Tapi apalah itu jelas aku bukanlah type orang yg mudah menyerah, sekalipun aku teramat lelah.

Bagiku mengharapmu adalah do'a yg selalu ku panjatkan kepada Tuhan agar dapat lekas membuatmu bahagia denganku, bukan dengan cintanya yg semu.

Apapun yg akan terjadi nanti aku telah pasrahkan hati kepada Tuhan. Memilikimu seutuhnya, atau bahkan hanya memilikimu dalam dunia semu, tak nyata. Lagi-lagi aku membatin.

Diumurku yg semakin bertambah ini jelas aku semakin harus bertujuan dalam hidup, mencintai dan dicintai itulah tujuanku. Merubah kesedihan menjadi kebahagiaan, Merubah kekanak-kanakan menjadi kedewasaan, walaupun saat ini aku belum bisa merubahmu sepenuhnya mencintaiku.

Walaupun kamu tak ingat dengan hari ulang tahunku, atau mungkin kamu tak tahu dengan hari yg menurutku ini bersejarah. Tak apalah! Aku masih mampu tersenyum, meskipun itu harus membalikan luka. Sebab bagiku kamu sudah tahu diriku saja aku sudah senang, apalagi jika kamu tahu semua tentang pribadiku!

"Kenalilah diriku, sebelum kamu mengenali semua tentang pribadiku."

Sudahlah, hari semakin larut. Percuma juga aku menunggu hal yg tak pasti darimu, meski itu cuma sekedar ucapan "Selamat ulang tahun". Aku rapopo, mungkin esok atau esok setelah esok kamu baru mengucapkan itu. Selamat malam, selamat memejam. Dhedoong! :")

Tidak ada komentar:

Posting Komentar