Selasa, 18 Maret 2014

Ternyata Aku Salah 





Hening malam yang begitu mencengkeram, dalam suasana hati yang suram, seketika pandangan seperti buram, mengeram, tersudutkan dalam luka yang begitu mendalam.
Rindu yang tiada henti-hentinya menggerogoti perasaan, dia ; sesosok peri kecil yang telah buat aku terpesona, bahkan hingga aku jatuh cinta. Padanya, yang jelas tak pernah bisa pekka.
Rindu padanya semakin mendalam, seringkali disaat aku memejam,kenapa rupanya terus yang selalu dalam mimpi ku anyam. 
Aku ini serupa dengan seekor kucing yang kelaparan lalu mengincar ikan yang sedang dicengkeram kuat oleh kucing lain. Bagaimana aku bisa mendapatkan ikan itu sepenuhnya? tanpa harus berkelahi dahulu dengan kucing tersebut, jelas aku bingung dan semakin bingung. Sedang kucing itu terlebih dahulu mendapatkan, bahkan semakin kuat mencengkeraman. Itu sangat tidak mungkin terjadi, sampai kapanpun aku tak akan mampu memiliki. jelas mana mau seekor kucing mau membagi buruannya itu? apalagi mengikhlaskan seutuhnya buatku, enggak, itu mustahil.
Rasa ini nyata, terlebih dengannya yang juga suka. Aku tau aku salah, bahkan aku tau resikonya pabila aku tak menyerah. Jelas aku tak mau dianggap sebagai perusak hubungan, terkesan sangat mengejamkan.
"Cinta itu memang datang tak terduga, lewat perhatian dan kenyamanan yang buat aku tak menyangka."
Berbulan-bulan telah berlalu, namun rasa itu semakin kuat menggebu-gebu.
senyumannya, canda tawanya, hal yang paling tak bisa ku lupa, bahkan selalu teringat hingga buat resah menjadi lega.
Sesekali aku menangis, bahkan bertanya-tanya " Kenapa saat bahagiaku, tak ada dia untuk melengkapi? sedang dia malah bersenandung dengan kekasihnya."
 Bagaimana aku bisa merasakan bahagia, sedang hati terbakar cemburu hingga terluka. Ini memang tak adil, bahkan sampai buat diriku malu seperti kerdil.
Tuhan! bantulah aku untuk menemukan jawaban, aku terlalu bodoh untuk menafsirkan itu dengan kesendirian.
Kata-mu : Rasa nyaman ada setelah aku itu ada.
Kata-mu : Diriku ini sangat berarti dalam hidupmu, bahkan kamu tak mau jika ku hilang.
Dan Kata-mu : Kamu sayang aku, tapi perasaan itu terlebih-lebih untuk dia.
Lalu apa yang harus aku jawab?
Aku bingung tersangat linglung.
Disaat kau bilang cinta jelas aku bahagia, tapi sekejap lunak saat kau sebutkan namanya.
" Kita memang dekat, tapi seutuhnya hati tak mampu melekat. "
Ternyata aku salah! Salah sekali telah menafsirkan jika " Adanya perhatian, berarti adanya perasaan. Mengungkapkan rasa, berarti suka."
Aku salah telah punya pemikiran hina seperti itu. Padahal " Perhatian itu cuma karna sekedar kasihan. Dan rasa yang kau punya itu hanya sekedar rasa, bukan seutuhnya rasa. "
Sudah! Sudahlah. Aku salah, dan aku lelah.
Biarkan aku pergi, lalu mengompres hati.
Dalam gelap ku bersembunyi, sendiri.

#Ga to the Lau : GALAU !

Jumat, 14 Maret 2014

Aku Pengecut 



Cinta datang dengan tiba-tiba, buat ku terpuruk merasa terheran-heran.
Aku bingung, dan fikiran ku linglung.
Aku hanya seorang cowok yang bisa dibilang seperti banci, hanya mampu mengagumi dengan cara mencuri-curi.
Seringkali ku bertanya pada cermin, "Apakah ada yang salah dengan ku? jelas cermin tak bisa menjawabnya, hanya bisa menirukan gerakan tubuh ku saat itu".
Aku seperti orang bodoh yg pertama kali jatuh cinta, atau cinta yg pertama kali datang telah sucses membodohi ku.
Dia, sosok yang telah membuat ku mabuk kepayang, bahkan membuat aku terbang seperti layang-layang.
Dia, seperti paku yg telah menancap kuat dihatiku, sangat kuat dan semakin kuat.
Dia, yang dapat membangunkan ku atas semua kekecewaan yang telah aku lupakan.
Dan dia, yang telah sucses buat aku lemah tak berdaya, seperti debu yang tertiup angin tak tersisa.
Aku, apakah yang sebenarnya dirasakan dihati? terasa aneh, membingungkan, bahkan buat aku mati dengan penuh harapan.
Mungkin aku "Cinta", atau hanya mengagumkan ke-Esaan Tuhan, yang tak dapat ku sentuh walaupun perlahan.
Perasaan ku selalu terjerat dengan malu, pabila bertemu mulut ku diam membisu, diriku mati seperti beku.
Cinta memang dapat membuat orang menjadi berbeda, yang tadinya perkasa, bisa saja menjadi lemah tak berdaya.
Begitupun dengan ku, jangankan untuk menyapamu, melihatmupun aku tak bisa.
Aku terlalu lemah untuk mengungkapkan kata-kata. jangankan kata-kata, sepatah katapun tak kuat bibir ini mengecap.
Lalu bagaimana cara ku mengungkapkan rasa? apa aku hanya bisa memendam, dengan sangat dalam, atau akan merasa malu yg begitu mendalam, akibat mataku hanya mampu melihatmu dengan memejam.
Tuhan, jika engkau telah menitipkanku sebuah perasaan, kenapa mulutku tak kuat untuk mengungkapkan? Aku bingung, dan semakin linglung.
Aku ini lelaki, tapi kenapa serupa dengan banci.
Aku terlalu takut, takut sekali. Takut jika aku mengungkapkan, itu hanya dapat kembali kata ejekan. Atau bahkan jika memang rasaku terbalaskan, aku takut menimbulkan ke-kecewaan.
Cinta memang enggak harus memiliki, itu yang selalu mematikan ku untuk mengungkapkan isi hati.
Jelas aku ini terlalu bodoh, belum mengungkapkan tapi sudah mengaku kalah.
Seringkali aku bertanya pada Hati, "Apa yg aku harus lakukan?". Jelas hati itu penasihat yg paling benar, setidaknya mampu membuat aku selalu sabar.
Aku takut, takut pabila aku mengungkapkan, aku tak lagi melihat sesuatu yg selalu aku banggakan. itu ; Senyumnya. 
Sedang hati ingin sekali memilikinya, memeluk senyumnya dengan perasaan lega. Namun, kembali malu menguasai rasa, membuat ku tak tergesa-gesa. 
Aku takut, takut jika cintaku bertepuk sebelah tangan, sudah pasti yg ku dapatkan hanyalah kekecewaan.
Tuhan. Bantu aku, kuatkanlah aku. jika semua pemikiranku itu salah, maka timbulkanlah keberanian untuk menghilangkan resah.
Apa yang aku rasakan cuma aku dan Tuhan yang tahu. Bukan mereka, apalagi dia.
Aku pengecut, sampai kapanpun aku akan selalu takut.
Kamu, sampai kapan terus bersarang difikiran ku, perlahan kamu jelas akan membunuhku.
Arrgght! itu hanya sebuah perasaan cowok bodoh, lemah. Tapi sedikitpun aku tak menyesalinya, mungkin aku tak mampu memilikimu, tapi rasa ini abadi, terpendam jauh direlung hati. :")

Aku Pengecut

Sabtu, 01 Maret 2014

Masih dalam "Sekedar Adik/Kaka-an"

_Cinta Terlarang..

       Selamat siang ; Mba, mass, kalian semua yg mungkin wekendnya ga bisa beristirahat dengan nyaman, "Faktor kerjaan" pokonya harus tetep semangat yak! gw cuma mau tanya,  Masih inget gak sama tulisan gw sebelumnya yang kalo ga salah judulnya "Sekedar adik/kaka-an", ini masih terusan dari tulisan gw itu dengan tema kecil yg berbeda tapi mungkin kalian juga pernah merasakan hal yg seperti ini.
Setelah seharian gw ngabisin waktu bareng "Do'i", eh pacar orang maksud gw. hehehe pacarnya tau abis nih gw. wkwk
Tepatnya diwaktu lalu yg gw berteman tamasya *kata temen gw sih gitu dia menyebutnya* dan dia sucses membuat gw jatuh hati. Kita pun semakin dekat dan semakin akrab layaknya orang pacaran gitu! saling ketergantungan namun tetep terlarang. Entah apa yg gw rasain ini aneh, elu tau gak? sama gw juga enggak. Intinya gw semakin berharap sama dia dan semakin nyaman tentunya, gw yakin dia juga merasakan hal yg sama namun ada satu hal yg buat dia sulit meninggalkan. Yups! karna dia udah dimilikin orang lain, dan gak mudah buat dia ngelepasin, masih ingin bertahan walaupun dia sering dikecewakan.
Hari-hari gw jadi lebih berwarna semenjak ada dia dihidup gw, jadi lebih bersemangat, pokonya kek pelangi gitu deh. *nari ubur-ubur*.
Setiap haripun kita kontek-kontekan, saling mengisi diwaktu luang, dan saling mendengarkan keluh kesan. Tapi apa gw salah? ya jelas gw salah lah, gak seharusnya gw masuk kedalam kehidupan orang yg sedang menjalin hubungannya bersama orang lain. Jahat ya gw? gak ah tetep aja gw baik. heheheh
Mau gimana lagi, gw terlanjur nyaman sama dia, dan diapun merasakan hal yg sama. Gak mau saling menjauhi, apalagi melupakan. Itu gak mungkin! Apalagi gw udah terikat sama janji gw sendiri kalo "gw gak bakal jauhin dia, gak bakal lupain dia, apalagi ninggalin dia". Beralasan karna gw ingin kasih dia kebahagiaan yg mungkin gak didapetin sama pacarnya, apa tuh? "gak usah keppo" piece.. :D
Karna gw cowok sejati, cowok kece, cowok yg punya sejuta rasa, cowok yg baik *kata orang*, cowok yg manis *kata orang* walaupun mereka belum pernah jilat badan gw, dan gw cowok "jomblo" yak, hal yg paling horror bagi cowok2 kece lainnya, jadi gw pasti tepatin janji gw dan berfikir sedikit untuk ingkarpun gak bisa. Yupz! gw cowok yg gak cuma omong kosong.  Hari-haripun berjalan gitu aja, gw dengan kesibukan gw sebagai pengajar, main tuiter, main facebook, ngeblog, namun tetep bisa kasih perhatian buat dia. Begitupun dengan dia yg berstatus masih pacaran sama cowoknya, *Bukan gw* namun gw merasa separuh hatinya itu buat gw. Ya au nooo0...
Menurut gw ini sangat enggak adil buat dia, kenapa cewek yg masih polos itu serta luguh itu , cewek yg baru bisa ngerasain tulusnya mencintai, dia harus jatuh cinta pada seorang cowok yg menurut gw gak layak buat dia. Coba fikir deh ; mana ada cewek yg mau bertahan demi seorang cowok yg dia sayangi walaupun sering nge-batin, cueknya minta dijitakin, hobbynya ilang-ilangan kek bang toyib, kalo bukan karna 2 kemungkinan. yg pertama karna dia terlalu polos jadi dia terlalu menggunakan hati ketimbang logika, dan yg ke-dua pasti karna dia terlalu sayang seolah terhipnotis sama tuh cowok.
Ohh My God! ini terlalu tidak adil bagi seorang cewek polos seperti dia. kenapa dia gak pacaran sama gw aja coba? yaah, gak mungkin lah NoooO..
Suka kesel sendiri sih gw sama cowok yg seperti itu, tapi mau gimana? jelas perasaan itu sangat sulit dihindarkan. iya gak? udeh iya aja, nanti gw beliin permen deh..
Trus gimana sama nasib cowok jomblo seperti gw? yaa itu sih DL! njjiiiir! hahahah hehehe hihihi huhuhu :'(
Gw sih cuma bisa berdo'a aja semoga dia cepet putus lalu berpaling ke gw. *Ehh, gak gitu! Tapi gw cuma bisa do'ain yg terbaik aja, semoga kebahagiaan selalu menyelimutinya, semoga Tuhan selalu menjaganya, semoga cowoknya bisa cepet pekka. Dan gw cuma bisa berperan sebagai penghibur, kalo kata cowoknya mah "Badut" siake emang tuh cowoknya, ketemu gw pacarin tuh. *ehh! gak lah, gw masih normal. yak! masih doyan cewek. *Lo kate cemilan* heheh intinya gitu deh...
Lebih tepatnya sih Kaka2n ; yg sebagaimana dengan sikap seorang kakak yg selalu menjaga adiknya, walaupun bukan super hero. Kakak yg selalu perhatian, kakak yg selalu bisa menghibur disaat adiknya BT, sedih, dll. Kakak yg selalu baik, yg bisa menasihati adiknya kalo2 adiknya salah. Dan kakak yg selalu ada disaat adiknya ngebutuhin. Berat yak! apa ada seorang kakak yg seperti itu? Cuma gw laaaah... *PD bingiit* 
Mungkin perasaan yg gw punya ini sebagai "Cinta terlarang" *kata the piljin* yg gak mungkin bakal bisa saling menyatu. Jelas orang yg udah terlalu sayang itu gak bakal mungkin bisa cepet pindah kelain hati, sekalipun bisa itu butuh waktu. Gw hanya bisa memiliki dari kejauhan, tapi enggak seutuhnya. Jelas gw gak bakal bisa pacaran sama cewek yg udah punya pacar, gak gak gak bisa dan gak boleh.
Emang pada dasarnya hubungan yg "Sekedar adik/kaka-an" itu enggak enak ; Yg pasti gak bisa memiliki sepenuhnya, cuma dibutuhin dikala "BT, Sedih, ada masalah". Dan suka gondok kalo dia itu lagi ngomongin pacarnya, hadeeeh! *usap-usap dada*. Tapi berhubung gw cowok yg baik hati, gw ikhlas ko menjalani peran sebagai "Kakak", perhatian dan kasih sayang gw tulus gw berikan. Gw cuma ingin selalu melihat dia tersenyum, tertawa lepas, melupakan beban, walaupun itu sulit gw lakuin pada diri gw sendiri. huhuhu :")
Walaupun terkadang gw harus menahan cemburu, merasa kesepian, butuh perhatian, sakit jika dia bercerita tentang cowoknya seolah hati gw bilang *Gimana sama perasaan gw wooy!* tapi entah kenapa hati gw bisa rasain sakit yg dia rasain, seolah gw udah sehati sama dia. Makanya gw ingin selalu ada disaat dia membutuhkan gw, Dan gw selalu mencoba sabar, tenang, mencoba kasih cara yg terbaik buat dia, membantu nyelesain masalahnya, tenangin hatinya walaupun hati gw sebenarnya ancur. Hahahahahasssuuuu,,* bangkis kan gw jadinya*. Intinya hubungan yg sekedar adik/kaka-an itu ada enaknya dan ada gak enaknya, walaupun sebenernya banyakan gak enaknya. ehehehe
Apalagi dijaman yg semodern ini, pasti banyak tuh yg berstatus "Adik/kaka-an" bener gak? bener donk, mungkin kalian yg sedang baca tulisan gw ini termasuk orang yg mengalami atau pernah mengalaminya.
Suka-Duka dalam hubungan tersebutpun emang udah terpaketkan, gak bisa diubah apalagi dihilangin gitu aja. Terkecuali jika Tuhan menghendaki, ya bisa.
Yang jelas dalam setiap hubungan itu ada enak dan gak enaknya, bukan cuma orang yg pacaran, bahkan orang yg berstatus adik/kaka-an, atau orang yg dalam bahasa betawinya "Single", itu mereka semua pasti juga ada suka dukanya, tangis tawa, dan gak mungkin lurus satu rasa aja. gak mungkin!
Namun itu semua bagaimana dari sikap kita menjalaninya, jika ingin mendapatkan hasil yg baik, ya lakuinlah yg baik begitupun sebaliknya. Tuhan itu adil, dan semua pasti ada balesannya, sekecil apapun pasti ada. 
Gw, Elu, Mereka, dan Kalian pasti pernah ngerasain gimana rasanya berperan jadi adik/kaka-an. Yess! *Toss* kita samaan. Tapi tetep, baikan gw. hehehehe *Gebukin*..
Kiranya itulah pandangan gw dari  gimana rasanya jadi sosok yg hanya "Sekedar adik/kaka-an", yg ditakdirkan cuma sebagai penghibur dan bukan sebagai "Badut", gw mw jotos aja tuh orang yg bilang penghibur itu badut. Gak semua Keleeuuuus!
Mungkin dengan baca tulisan gw ini, kalian juga pernah ngerasain atau jadi ngerasain gimana rasanya menjadi sosok seperti itu, dan semoga kalian bisa ambil pelajarannya dan hal positive nya, tapi jgn ambil hati gw. jangan! mentang2 gw jomblo kali. wkwkwk
Salam Jomblo sejati!..... :D

#Pesan So_Siaal : Terkadang apa yg kita inginkan belum tentu sesuai dengan apa yg kita harapkan, Jalani aja sebagai suatu sosok yg tegar, baik dalam segala hal, Saling bersikap adil walau statusnya "Adik/Kaka-an", Tuhan itu enggak tidur, apa yg kita lakukan dengan niat yg ikhlas, niat yg baik, InsyaAllah bakal ada balasan yg baik juga nantinya, walaupun dapetnya gak seenak nasi kebuli tapi tetep baik ko. Loh! apa hubungannya? hehe kadang2 emang, maklum laper. :D


Yaudah gitulah sekiranya tentang tulisan gw, cuma sekedar share dan cuma ingin kalian ngerasain gimana rasa sulitnya menutupi kesedihan dibalik senyuman. Jangan terlalu diseriusin, nanti naksir. :))
Wass....